Home Artikel Ulasan Festival Nasyid Yogyakarta 2012 (Bagian 1)

Ulasan Festival Nasyid Yogyakarta 2012 (Bagian 1)

by Nasyid Jogja

Ditulis oleh Era Sugiarso

Setelah sekian lama tidak me-review lomba-lomba nasyid, saat ini kok tergelitik untuk menulis lagi ya? Mungkin para peserta hari ini yang membuat ingin menulis review lagi.

Lomba kali ini bertajuk “Festival Nasyid Yogyakarta 2012 (FNY 2012) – Nasyid Memang Asyik“, hasil kerja bareng yang manis antara Komunitas Nasyid Pelajar (KNP) Smart Syuhada, ANN Jogjakarta, dan Dinas Pariwisata Propinsi DI Yogyakarta. Dengan total hadiah 13,5 juta dan pendaftaran gratis membuat lomba ini jadi kompetitif, tim-tim nasyid jadi tergerak untuk mengikutinya.

Kali ini kita bertugas dengan Ibundanya nasyid Jogja Ibu Kun Setyaning Astuti, yang juga Wakil Dekan III Universitas Negri Yogyakarta. Beliau adalah dosen seni musik dan juga pencipta lagu. Tidak main-main lho, beliau sudah membuat beberapa pertunjukan seni di beberapa negara seperti di China, Belanda dll. Juri berikutnya adalah Bapak Rahmad, wakil dari Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, setelah obrol punya obrol ternyata tepat sekali Pak Rahmad ditunjuk menjadi juri, ternyata beliau pemusik aktif mengusai beberapa alat musik yaitu Bass, Drum, Gitar, dan Piano. Alhamdulillah kali ini bisa belajar dari 2 orang yang hebat dalam menjuri.

Venue lomba kali ini juga sangat representatif, yaitu di Gedung Sosietet, tempat yang memang dibuat untuk pertunjukan musik. Akustik yang sangat bagus dari gedung ini membuat kita bersemangat untuk menyimak penampilan para peserta karena telinga kita tidak terganggu oleh noise atau high frekwensi yang sering membuat telinga kita cepat lelah. Oke tanpa berlama-lama kita coba review satu per satu ya, urut sesuai nomer undian.

1. Anoname Voice
Membuka lomba ini dengan bagus sekali. Masih berstatus pelajar setingkat SMU, Anoname memiliki potensi yang bagus. Lagu wajib Nasyid Memang Asyik dibawakan dengan bagus sekali. Ibu Kun memuji lead vocalnya yang sudah terbentuk suaranya.Penampilan kedua meningkat dengan gestur yang lucu, membawakan nasyid Tebarkan Salam dari Launun, Anoname menjadikan lomba kali ini menjadi lomba yang berstandart tinggi.

2. Rein
Rein sebagai peserta kedua mempunyai kekuatan di power dan harmoni yang sudah ‘blend’. Status mereka yang juga masih SMU membuat bangga karena menjadikan masa depan nasyid akan cerah dengan bakat seperti ini di usia mereka. Sama seperti Anoname, Rein juga perlu belajar artikulasi dalam bernyanyi. Penampilan Rein membuat lomba ini bertambah lagi standartnya, mereka dengan 4 personil bisa membawakan lagu dengan baik menjadikan mereka mendapat nilai lebih.

3. De Choir
Undian ketiga ini juga masih berstatus pelajar SMU. Dengan penampilan yang bersih dan enak dilihat De Choir sepertinya akan meneruskan kejayaan Fatih, kakak kelas di SMU mereka. Tantangan bagi De Choir adalah ekplorasi panggung dan harmoni dari pengiring. Lagu kedua mereka membawakan lagu original ‘Anugrah Hidup’ membuat mereka mendapat nilai plus, masih sangat muda tetapi sudah berani membuat dan mengaransemen lagu sendiri

4. Vocanci
Setelah mendapat tiga kejutan dari ketiga grup pertama, Gedung Sositet diguncang oleh nomer undian 4 ini. Anak-anak yang masih sangat imyut maju dengan aksi panggung yang bagus. Masih berstatus pelajar SMP mereka datang masih memakai seragam sekolah dengan gagah berani berlaga melawan peserta lain yang sudah sangat jauh di atas mereka dalam usia atau jam terbang. Kekuatan mereka ada di beatbox yang variatif dan bass yang sangat dalam. Ini juga membanggakan karena di usia yang baru saja baliq sudah terbentuk suara bass yang sedemikian dalam. Lagu wajib dilahap dengan enak, dilanjutkan lagu pilihan ‘Dzikir Vs Hape’ dari Sintesa mereka bawakan dengan mulus dan mengejutkan, tanpa ditahan tepuk tangan riuh dari seluruh audiens spontan membahana. Ayo Vocanci kejar harmoni dari suara pengiringnya! Kalau ini sudah didapat kalian akan menjadi warna baru di nasyid Indonesia.

5. Awallun
Belum usai dengan keseruan dari Vocanci, Awallun membuat lomba menjadi lebih hidup. Dengan jam terbang dan kematangan yang tinggi mereka membawakan lagu wajib dalam genre baru. Aransemen yang orisinal dan gaya panggung yang terkonsep membuat tim ini menjadi tontonan yang menarik. Hampir tidak ada kesalahan dari Awallun. Untuk lagu pilihan mereka membawakan lagu original karya mereka berjudul ‘Satu Wajah Yang Kupilih’, sebuah lagu romantis yang mengajak kita untuk mensegerakan menikah. Kami curiga lagu ini adalah curhatan dari personil Awallun yang sudah rindu menikah, karena mereka membawakan dengan penuh penghayatan hehehehe….

6. Ninetynine
Satu kata ditulis oleh Ibu Kun untuk penampilan Ninetynine : Keren! Ninetynine memilih suatu area yang secara serius belum pernah digali yaitu Jazz Acapella. Sungguh suatu pilihan yang berani karena tidak mudah membawakan lagu Jazz, apalagi dalam format Acapella. Ninetynine adalah salah satu tim yang beruntung karena mempunyai ekspresi yang bagus dan merata dari semua personil. Jarang sekali tim nasyid yang bisa rata semua personil berekspresi, rata-rata hanya 1 atau 2 personil yang bisa total berekspresi. Lagu wajib diubah progresi chord menjadi progress jazz, walau di beberapa titik masih agak membingungkan progresinya tetapi dengan berjalannya waktu pasti mereka akan menjadi lebih ‘Jazz’ lagi. Lagu kedua mereka menyuguhkan lagu original mereka yang bercerita tentang impian berjudul ‘Pasti Ada’. Di lagu ini progresi chordnya jauh lebih bagus dari lagu yang pertama, sehingga Ninetynine menutup penampilan mereka dengan kesan yang bagus.

7. Wanabe
Setelah jeda Ishoma, lomba berlanjut dengan grup yang menggunakan alat musik. Dibuka oleh Wanabe serangan kantuk siang yang sering menyerang kita usai makan siang bisa terusir jauh. Dengan format keyboard dan 2 vokalist Wanabe sangat matang membawakan lagu. Ornamentasi dan improvisasi yang kaya menjadi suguhan yang sangat enak di telinga. Vocal kedua penyanyi bisa berakrobat naik turun dengan enak.

8. Q Akustik
Penampil berikutnya adalah Q Akustik dari Bantul, dengan format full musik. Musikalitas yang tinggi ditunjukkan mereka. Lagu Nasyid Memang Asyik menjadi sungguh berbeda di tangan mereka. Pemain biola menjadi kekuatan utama dari grup ini. Fill-fill nya sangat enak. Lagu berikutnya mereka membawakan Sholawat Nariyah versi original mereka. Apabila ‘showmanship’ bisa lebih ditingkatkan Q Akustik akan menjadi grup yang sangat luar biasa.

9. Night Pray
Kembali sebuah penampilan mengejutkan ditunjukkan oleh peserta. Hadir dengan baju jawa model abdi dalem kraton Night Pray hadir dengan format minus one. Sebagai pencetus lagu Nasyid Memang Asyik sungguh ikhlas bagi kami lagu tersebut di aransemen model Night Pray. Sangat kreatif dengan 3 warna dalam 1 lagunya : Indonesia, Padang, dan Jawa. Night Pray adalah salah satu grup dengan karakter yang sangat kuat, mereka membuat 3 in 1. Hip hop, tradisional, dan nasyid menjadi satu bentuk pertunjukkan yang sungguh memikat. Dengan gestur lucu natural sungguh mereka sangat menghibur. Lagu kedua membuat penonton terpingkal-pingkal, sebuah lagu original karya Night Pray berjudul ‘Ikhwan Genit’ sungguh sangat lucu sekaligus membuat beberapa penonton tersipu karena ‘kena’ oleh isi lagunya. Apabila vokalis Night Pray mau berbenah rasanya susah untuk membendung mereka untuk tidak nge’top’ di dunia nasyid nantinya.

10. Shafwan
Selesai tertawa, penonton disuguhi pertunjukan musikalitas yang tinggi dari tim berikutnya. Shafwan hadir dalam format musik lengkap ada kahoon untuk musik pukul, flute untuk tiup, biola untuk gesek, bass dan gitar untuk musik petiknya, serta dipimpin vokalis yang berkualitas. Vokalisnya sungguh memikat dengan penguasaan panggung yang prima. Tentu ini tidak terlepas dari asal mereka yang nota bene adalah mahasiswa seni musik Universitas Negri Yogya. Lagu wajib dibawakan dengan enak, dilanjutkan lagu Damai BersamaMU dibawakan dengan indah oleh Shafwan. Apalaus panjang buat Shafwan.

11. Al Ghifari
Belum usai kekaguman kita dengan pertunjukkan musikalitas yang tinggi, kembali penonton dibuat menahan nafas dengan penampilan yang lebih tinggi levelnya. Al Ghifari dengan format string kuartet datang dengan partitur yang matang. Maklum mereka adalah mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI). Tiga vokalis dengan pecahan yang tidak biasa, aransemen dengan tingkat dinamika dan kesulitan yang tinggi dibawakan mereka dengan hampir tanpa cela. Sungguh akan menjadi kekayaan Nasyid Indonesia di masa depan. Pernah membayangkan lagu ‘Nasyid Memang Asyik’ yang ringan dibawakan dengan aransemen musik orkestra? Hahaha alhamdulillah kita yang hadir mendapat suguhan yang langka ini. Lagu Rindu Rosul dari Bimbo lebih dahsyat lagi dibawakan oleh AL Ghifari dalam mood ¾ yang menghayutkan. Sungguh pertunjukkan yang mahal.

12. Dzahabi Shot
Dzahabi Shot yang masih berstatus pelajar SMU tidak mau kalah dari kakak-kakaknya. Dengan format band, grup ini membawakan lagu-lagunya dengan sangat baik. Pengalaman dan jam terbang yang belum tinggi tidak menyurutkan nyali mereka. Dengan baju putih-putih yang membuat adem, grup ini  menjadi peserta termuda untuk grup yang menggunakan alat musik alias bukan acapella.

13. Ashaff and The Coffee
Ashaff and The Cofeee menutup lomba hari ini dengan bagus. Mempunyai pianis bermusikalitas yang tinggi membuat grup ini menjadi salah satu yang menonjol. Progresi Chord lagu wajib sungguh kaya dan memikat. Demikian juga lagu pilihan mereka Alhamdulillah dari Opick, disuguhkan dengan cara yang tidak biasa. Modulasi-modulasi yang kreatif dan apik menjadi nilai tambah grup ini. Secara keseluruhan penampilan Ashaff and The Cofee sungguh menjajikan mengingat mereka masih berstatus pelajar SMU.

Catatan kecil lain yang menarik dari kami adalah menjadi juri sering kali kami terkantuk-kantuk karena peserta yang monoton, pada lomba ini tidak satu saat pun ketiga juri mengantuk. Fokus kita diperas untuk dapat memberikan penilaian terbaik karena setiap peserta hadir dengan kreatifitas yang mengejutkan dan musikalitas yang tinggi. Peserta yang bervariasi dalam usia juga menjadi faktor yang membanggakan. Dapat kita bayangkan seorang anak berusia 13 tahun bertanding dengan kakak mereka yang berusia 2 kali lipatnya. Usai penampil terakhir ada perasaan yang ‘amazing’ menyaksikan lomba kali ini.

Setelah syuro yang lumayan alot dari ketiga dewan juri akhirnya inilah 6 tim yang masuk babak final yang akan diadakan esok hari di tempat yang sama.

  • Vocanci
  • Awallun
  • Ninetynine
  • Wanabe
  • Shafwan
  • Al Ghifari

Sungguh tidak sabar menanti penampilan 6 finalis hari ini …

( Bersambung Ke Bagian #2 )

You may also like